Konfigurasi elektron merupakan susunan elektron-elektron
dari suatu atom yang didasarkan pada orbital atau kulitnya. Seperti yang sudah
kalian ketahui, di dalam sebuah atom terdapat partikel subatomik yang terdiri
dari neutron dan proton dan terletak pada inti atom.
Dari defenisi tersebut konfigurasi elektron dapat
didasarkan pada:
1. Kulit atom (model atom Niels Bohr)
Konfigurasi elektron merupakan suatu himpunan atau kumpulan elektron-elektron yang
menempati bilangan kuantum utama (n) yang sama.
Semakin besar nilai n, semakin
jauh kulit elektron dari inti atom dan semakin besar energi elektron yang
beredar di kulit terkait. Elektron-elektron akan mengisi kulit-kulit elektron
pada atom dimulai dari kulit K yang merupakan level energi terendah. Setiap
kulit elektron hanya dapat terisi sejumlah tertentu elektron. Jumlah maksimum
elektron yang dapat terisi pada kulit elektron ke-n adalah 2n2. Namun, jumlah maksimum elektron pada kulit terluar dari
suatu atom adalah 8.
|
Lintasan-lintasan (kulit) elektron yang mengelilingi
inti atom. |
Penentuan
konfigurasi elektron cara per kulit didasarkan pada jumlah elektron yang dapat
mengisi setiap kulit. Jumlah maksimum elektron yang dapat mengisi setiap kulit
dirumuskan dengan 2n2 (n = kulit yang ditempati elektron). Jumlah elektron
maksimum yang dapat ditempati pada setiap kulit adalah:
Kulit
pertama (kulit K) = 2 elektron
Kulit kedua
(kulit L) = 8 elektron
Kulit
ketiga (kulit M) = 18 elektron
Kulit
keempat (kulit N) = 32 elektron
Cara pengisian
konfigurasi elektron berdasarkan kulit:
a. Kulit
pertama (kulit K) dan kulit kedua (kulit L) diisi dengan jumlah elektron
maksimum terlebih dahulu.
b. Kulit
ketiga (kulit M) diisi dengan jumlah elektron:
• 18 jika :
elektron yang tersisa > 18
• 8 jika :
8 ≤ elektron yang tersisa < 18
• sisa jika
: elektron yang tersisa < 8
c. Kulit
keempat (kulit N) diisi dengan jumlah elektron:
• 32 jika :
elektron yang tersisa > 32
• 18 jika :
18 ≤ elektron yang tersisa < 32
• 8 jika :
8 ≤ elektron yang tersisa < 18
• sisa jika
: elektron yang tersisa < 8
Agar lebih
jelas memahami konfigurasi berdasarkan kulit atom, silahkan tonton vidio berikut: https://youtu.be/qRyPs2OJeIE
2. orbital
Dalam menentukan konfigurasi
elektron pada suatu orbital dapat digunakan beberapa aturan, seperti : Prinsip azas
Auf bau, Aturan Hund, Larangan Pauli
konfigurasi elektron berdasarkan orbital atom itu, lebih berguna untuk mempelajari sifat-sifat suatu zat kimia, termasuk mengapa ada zat kimia yang berwarna-warni. Jadi yang dibahas di sini adalah bagaimana membuat konfigurasi elektron berdasarkan orbital suatu atom ya. Nah, ada satu gambar yang harus kalian pahami dulu sebelum membuat konfigurasi elektron berdasarkan orbital atom. Coba perhatikan gambar di bawah ini.
Itu adalah urutan tingkat energi kulit dan subkulit suatu atom. Ada 4 subkulit yaitu s, p, d, dan f dan angka sebelum subkulit menunjukkan kulit. Subkulit 1s punya tingkat energi paling rendah, lalu naik ke subkulit 2s, 2p, 3s, 3p, sampai terakhir yang paling tinggi 8s. Pastinya elektron yang bisa mengisi subkulit tertentu juga terbatas. Elektron yang mengisi subkulit ini dituliskan dalam bentuk pangkat. Subkulit s maksimal terisi 2 elektron (S2) p terisi 6 elektron (p6), d terisi 10 elektron (d10), dan f terisi 14 elektron (f14). Saat menuliskan konfigurasi elektron, kita harus menuliskannya secara urut berdasarkan tingkat energi subkulit dari yang terendah ke tertinggi.
Kalau kita jumlahkan pangkatnya dari
Jadi,
dalam menuliskan konfigurasi elektron, ikuti saja urutan tingkat energi kulit
dan subkulitnya sampai pangkatnya sama seperti banyaknya elektron yang dipunyai
atom itu.
Contoh Soal
Tentukan
konfigurasi elektron dan jumlah elektron dalam setiap kulit elektron atom unsur
berikut.
a. Ni (Z =
28)
b. Sr(Z =
38)
Jawab:
1. Ni (Z = 28) : 1s2 2s2 2p6 3s2 3p6 4s2 3d8 atau [Ar] 4s2 3d8;
Jumlah elektron pada masing masing kulit yaitu
K = 2 ; L = 8 ; M = 16 ; N = 2
2. Sr (Z = 38) : 1s2 2s2 2p6 3s2 3p6 4s2 3d104p6 5s2atau [Kr] 5s2;
Jumlah elektron pada masing masing kulit
yaitu
K = 2 ; L = 8 ; M = 18 ; N
= 8 ; O = 2
Dengan mengetahui konfigurasi elektron suatu atom, Anda dapat
menentukan nomor golongan, nomor periode, dan elektron valensi suatu atom.
Terdapat dua cara penentuan konfigurasi elektron yaitu cara per kulit (cara K L
M N) dan cara per subkulit (cara s p d f). Cara per kulit hanya berlaku untuk
atom-atom unsur golongan utama (golongan A). Adapun cara per subkulit dapat
digunakan untuk atom-atom unsur golongan transisi (golongan B).
Selesai mempelajari materi silahkan dirangkum pada buku catatan, lalu difoto dan kirim rangkuman melalui link tugas berikut ya...
https://forms.gle/zAKLBfYwmgX5Danz5





