Kamis, 21 Januari 2021

Menentukan Pengujian Kesesuaian Fungsi Prototype Produk Barang/Jasa

Pengujian Sistem

 

Paket prototype diuji secara sistem, diimplementasikan, dievaluasi dan dimodifikasi berulang ulang hingga dapat diterima pemakainya (O’Brien, 2004). Pengujian sistem bertujuan menemukan kesalahan-kesalahan yang terjadi pada sistem dan melakukan revisi sistem. Tahap ini penting untuk memastikan bahwa sistem bebas dari kesalahan (Mulyanto, 2009)

 

Empat kegiatan dalam kegiatan pengujian prototype yaitu :

 

a.      Pengujian Teknis (Technical Testing) dengan cara membuat prototype yang merupakan perkiraan produk akhir. Pengujian atas kinerja prototype dapat menghasilkan informasi penting tentang usia panjang produk, tingkat keusangan produk, masalah yang timbul dari pemakaian atau konsumsi yang tidak seharusnya, potensi kerusakan yang memerlukan penggantian, dan jadwal pemeliharaan yang tepat. Jenis informasi tersenut mempunyai dampak biaya terhadap pemasaran produk.

 

b.    Pengujian Preferensi dan Kepuasan ( Preference and Satisfaction Testing)  untuk menetapkan elemen yang dirancang dalam rencana pemasaran serta membuat tafsiran penjualan awal produk.

Ada dua cara utama yang dibutuhkan dalam pengujian ini yaitu :

1.    Meminta konsumen untuk menggunakan produk selama jangka waktu tertentu, kemudian diminta menjawab beberapa pertanyaan berhubungan dengan preferensi dan kepuasan mereka.

2.    Blind test dengan sedemikian rupa sehingga konsumen dapat membandingkan berbagai macam alternatifproduk tanpa mengetahui nama merek atau produsernya.

 

c.    Pengujian pasar simulasi (Simulated Test atau Laboratory Test Markets) dengan prosedur riset pemasaran yang dibuat untuk memberi gambaran yang murah dan cepat tentang pangsa pasar. Model yang dipakai antara lain : BASES, DISIGNOR, ASSESOR, dan LITMUS.

 

d.    Pengujian Pasar (Test Market) dengan menawarkan sebuah produk diwilayah pasar terbatas yang sebisa mungkin dapat mewakili keseluruhan pasar dimana produk tersebut nantinya akan dijual.

 Selesai Membaca dan memahami materi silahkan isi presensi pada link berikut  https://forms.gle/WLgcg17jH5LnsaR38


Alhamdulillah pembelajaran hari ini berakhir, mari kita akhiri dengan melafalkan Alhamdulillah

Wassalamu'alaikum


Selasa, 19 Januari 2021

KONSEP MOL

 Assalamu'alaikum wr wb.

hari ini kita akan mempelaajari tentang konsep Mol, Silahkan awali dengan bacaan Basmalah.

DEmikian Pembelajaran kita, isikan presensi di link berikut https://forms.gle/H1mUsLtnLBJgRemc8
terimakasih atas perhatiannya sehat selalu
 Wassalamualaikum wr wb

Senin, 18 Januari 2021

Momentum Sudut

Assalamu'alaikum wr wb 

ananda sholeh/h X TBSM 2, semoga semua dalam kondisi sehat walafiat aamiin.

Mari kita awali Pembelajaran hari ini dengan membaca Basmalah.

Hari ini kita akan mempelajari tentang Momentum Sudut,  Silahkan Perhatikan Power Point berikut.

Setelah memperhatikan pembelajaran hari ini, silahkan isi presensi dengan klik disini..https://forms.gle/WmTztkL2JHQadHPz8

Demikian Pembelajaran hari ini,  Jangan Lupa Shalat 5 waktu dan  Selalu Jaga Kesehatan. 

Mari kita akhiri pembelajaran hari ini dengan lafal Hamdalah

Billahitaufik walhidayah, Wassalamu'alaikum wr.wb

Kamis, 14 Januari 2021

lembar kerja /gambar kerja untuk pembuatan prototype produk barang/jasa

 

lembar kerja /gambar kerja untuk pembuatan prototype produk barang/jasa

    

Lembar Kerja / Gambar kerja adalah gambar acuan yang digunakan untuk merealisasikan antara ide ke dalam wujud fisik.Gambar kerja harus dipahami oleh semua personel yang terlibat dalam proses pembangunan fisik. Gambar kerjapun terdiri dari berbagai unsur yang memuat informasi mengenai dimensi, bahan dan warna.


Gambar kerja akan membantu wirausaha untuk menciptakan wujud fisik sesuai dengan ide. Dengan bantuan gambar kerja, seorang wirausaha tidak perlu untuk mengawasi setiap detail dari semua unsur pembangunan, karena akan menyita waktu dan tidak efisien. Maka dari itu, gambar kerja harus bisa dibaca dan dipahami oleh pelaksana.

  
          Gambar kerja adalah gambar yang digunakan sebagai acuan untuk dilaksanakan/dikerjakan di lapangan, gambar kerja ini harus dibuat sedemikian rupa sehingga mudah dimengerti di dalam pelaksanaan pekerjaannya, biasanya disebut juga dengan shopdrawing, gambar kerja merupakan penyempurnaan dari gambar desain yang telah ada dan disesuaikan dengan kondisi keadaan existing. Shopdrawing ini juga bisa digunakan sebagai dasar pembayaran/penagihan kepada pemilik proyek. Gambar kerja merupakan awal sebuah pekerjaan yang menyangkut konstruksi, meliputi bagian-bagian dari sebuah konstruksi secara detail. 

Tujuan Gambar Kerja

Semua gambar yang ada pasti memiliki fungsi dan tujuan, walaupun gambar itu dibuat tanpa dasar apapun, akan tetapi persepsi orang melihatnya pasti akan berbeda-beda. Tujuan gambar teknik untuk membuat orang berpikir satu tujuan. Misalnya, gambar kerja denah rumah, sudah pasti setiap yang melihat akan beranggapan ini adalah langkah awal sebelum menjadi sebuah rumah nyata.

Adapun fungsi gambar teknik secara umum, diantaranya:

· Alat Komunikasi

· Arsip Perencana

· Menyampaikan Informasi

· Instruksi


Fungsi gambar yang mendasar adalah sebagai sebuah alat untuk menyatakan maksud atau pemikiran dari seseorang. Oleh karena gambar sering dipakai sebagai alat komunikasi yang pokok di kalangan orang-orang teknik maka gambar di sebut sebagai bahasa teknik atau bahasa untuk sarjanan teknik. Penyampaian informasi dengan gambar harus sesingkat-singkatnya, selengkaplengkapnya, dan sejelas-jelasnya . Penyampaian informasi dengan gambar banyak memakai simbol-simbol standar, maka penting bagi penulis maupun pembaca agar mengetahui dan memahami apa maksud dari lambang-lambang yang tertera .

Dalam membuat gambar kerja sebuah produk, seorang wirausaha harus memperhatikan beberapa hal berikut :

 a) Keamanan produk tersebut

b) Ergonomis dari produk tersebut

c) Kemudahan dalam penggunaannya

d) Kepraktisan saat digunakan dimana saja

e) Bahan baku yang dibuat

f) Model atau bentuk yang sesuai massanya

 Langkah-langkah wirausahawan dalam membuat gambar kerja menjadi produk nyata, diantaranya :

a) Mencari ide produk atau gagasan produk yang sesuai dengan pasar

 b) Menetapkan ide atau gagasan 

c) Membuat gambar produk

d) Membuat prototype produk bisa dari tanah liat atau bahan lunak lainnya

e) Menganalisanya mengenai contoh produk tersebut

f) Evaluasi jika ada kekurangannya 


Alhamdulillah pembelajaran hari ini selesai, silahkan presensi pada link berikut...https://forms.gle/qdzUQ8ekJkKEx3RaA

Senin, 11 Januari 2021

Hukum Dasar Kimia

 Hukum Dasar Kimia 

Hukum dasar kimia adalah teori yang merumuskan fakta-fakta empiris dari berbagai observasi dan eksperimen kimia berulang-ulang menggunakan metode ilmiah. Hukum-hukum dasar kimia penting untuk dipahami sebelum mempelajari aspek kuantitatif dan kualitatif ilmu kimia. Aspek kuantitatif meliputi keterkaitan jumlah zat-zat yang terlibat dalam reaksi kimia. Aspek kualitatif meliputi penentuan zat.

1.  Hukum Lavoisier

Hukum Lavoisier dicetuskan oleh ilmuwan asal Prancis, yaitu Antonie Laurent Lavoisier. Dalam penelitiannya, Lavoisier membakar merkuri cair berwarna putih dengan oksigen sampai dihasilkan merkuri oksida berwarna merah. Tidak sampai situ saja, Lavoisier memanaskan merkuri oksida sampai terbentuk merkuri cair berwarna putih dan oksigen. Dari penelitian tersebut, diperoleh hasil bahwa massa oksigen yang dibutuhkan pada proses pembakaran sama dengan massa oksigen yang terbentuk setelah merkuri oksida dipanaskan. Oleh karena itu, hukum Lavoisier dikenal sebagai hukum kekekalan massa. Adapun pernyataan hukum Lavoisier adalah sebagai berikut.


    2. Hukum Proust (Hukum Perbandingan Tetap)

Seorang ilmuwan asal Prancis, Joseph Louis Proust, meneliti perbandingan massa unsur yang terkandung di dalam suatu senyawa pada tahun 1799. Penelitian itu membuktikan bahwa setiap senyawa tersusun atas unsur-unsur dengan komposisi tertentu dan tetap. Oleh karena itu, hukum Proust dikenal sebagai hukum perbandingan tetap. Adapun pernyataan hukum Proust adalah sebagai berikut.

3.  Hukum Dalton (Hukum Perbandingan Berganda)

Seorang ilmuwan asal Inggris, John Dalton, melakukan penelitian dengan membandingkan massa unsur-unsur pada beberapa senyawa, contohnya oksida karbon dan oksida nitrogen. Senyawa yang digunakan Dalton adalah karbon monoksida (CO) dan karbon dioksida (CO2). Dari perbandingan keduanya, diperoleh hasil sebagai berikut.

4. Hukum Gay Lussac  (Hukum Perbandingan Volume)

Hukum Gay Lussac dicetuskan oleh ilmuwan asal Prancis, yaitu Joseph Gay Lussac. Lussac meneliti tentang volume gas dalam suatu reaksi kimia. Berdasarkan penelitiannya, Lusac mengambil kesimpulan bahwa perubahan volume gas dipengaruhi oleh suhu dan tekanan. Pada suhu dan tekanan tertentu, 1 liter gas nitrogen bisa bereaksi dengan 3 liter gas hidrogen menghasilkan 2 liter gas amonia. Adapun persamaan reaksinya adalah sebagai berikut.



    5. Hipotesis Avogadro

Hipotesis Avogadro dicetuskan oleh seorang ilmuwan asal Italia, Amadeo Avogadro, pada tahun 1811. Avogadro menyatakan bahwa partikel unsur tidak selalu berupa atom yang berdiri sendiri, melainkan bisa berbentuk molekul unsur, contohnya H2, O2, N2, dan P4. Berdasarkan pemikiran tersebut, Avogadro berhasil menjelaskan hukum Gay Lussac dan membuat hipotesis sebagai berikut. 




Selesai Mempelajari Materi, silahkan Presensi dan Kerjakan Tugas pada link berikut..... https://forms.gle/p2Lj7Ki6xKufFTWC8  

 https://forms.gle/BoEYezoHNy4mgoN87




Rabu, 06 Januari 2021

Membuat Alur dan Proses Kerja Pembuatan Prototype Produk Barang/Jasa

Membuat Alur dan Proses Kerja Pembuatan Prototype Produk Barang/Jasa 

Prototipe adalah model awal atau contoh yang dibuat untuk melakukan uji coba terhadap konsep yang sudah diperkenalkan. Prototipe biasanya dibuat untuk melakukan beberapa uji coba, seperti untuk mengetahui apakah konsep yang sudah dipaparkan bisa diimplementasikan ataupun untuk menguji selera pasar. Namun jika kita lihat dari asal katanya, prototipe merupakan kata serapan Bahasa Inggris yakni prototype.


Apabila diterapkan dalam dunia usaha, prototipe adalah tahapan kedua sebelum temuan atau ide dilakukan produksi masal. Jadi tahap pertama adalah penemuan ide atau konsep awal. Setelah itu dilakukan pembuatan prototipe.Dengan adanya prototipe, kita bisa meminimalisir kesalahan dalam pengambilan keputusan. Jika terjadi masalah atau ketidak sesuaian dengan selera pasar, maka prototipe akan dilakukan perbaikan. Jika ternyata ide atau konsep dapat di implementasikan dan sesuai dengan kebutuhan pasar, maka akan dilakukan produksi masal.

Tahap-tahap dalam prototyping boleh dikatakan merupakan tahap-tahap yang dipercepat. Strategi utama dalam Prototyping adalah kerjakan yang mudah terlebih dahulu dan sampikan hasil kepada pengguna sesegera mungkin

 

    Prototyping dibagi ke dalam enam tahapan sebagai berikut:

  1. Mengidentifikasi model prototype.

Dalam bagian ini, pihak wirausahawan menjadi mengerti apa saja yang ada di dalam badan usaha yang mereka buat.

  1. Rancang bangun prototype. bisa dibantu oleh seperangkat computer supaya bisa mendesain produk yang baru dan kompeten.
  2. Uji prototype untuk memastikan prototype dapat dengan mudah dijalankan untuk tujuan demonstrasi
  3. Siapkan prototype untuk mengidentifikasi bagian-bagian dari produk yang di- prototype-kan.
  4. Evaluasi dengan pengguna untuk mengevaluasi prototype dan melakukan perubahan jika diperlukan.
  5. Tranformasikan prototype menjadi produk nyata dan dibutuhan konsumen sebagai sebuah sampel atau contoh

Contoh sederhananya begini, seorang pengusaha ingin mengembangkan produk kecantikan. Kemudian, ia melakukan analisa kebutuhan konsumen, produk kecantikan seperti apa yang diinginkan konsumen. Ternyata, mayoritas konsumen menginginkan produk kecantikan yang bebas dari bahan kimia.

Analisa pasar menunjukkan, konsumen menginginkan produk kecantikan yang berasal dari bahan alami. Dari analisa pasar itu, perusahaan menetapkan prototipe produk kecantikan yang terbuat dari bahan alami sebagai sample dan kemudian diperkenalkan kepada pasar.



Untuk memudahkan pekerjaan kita , maka perlu dibuat diagram alur terlebih dahulu. Diagram alur proses produksi ini harus dibuat secara jelas terlebih dahulu sebelum suatu proses produksi dijalankan. Berdasarkan diagram alur proses produksi tersebutlah pengetesan dan monitoring atas barang dalam proses produksi (work in process) harus dilakukan agar produk akhir bermutu sesuai dengan rencana. Seandainya timbul variasi mutu pun, tingkat toleransinya dari penyimpan masih dalam batas-batas yang dapat diterima. Artinya, melalui tes-tes pada berbagai tahapan proses produksi harus dilakukan agar bila terjadi komponen atau barang yang cacat (defect) dapat segera diketahui untuk segera ditindak lanjuti. Masing-masing jenis industri manufaktur mempunyai diagram alur proses produksi yang berbeda satu sama lain karena produk yang harus dihasilkan berbeda. Bahkan untuk produk yang sejenis pun, diagram alur proses produksinya belum tentu persis sama karena masing-masing mempunyai ciri khas atau spesifikasi sendiri-sendiri.

Diagram alur proses produksi yang berbeda produk, misalnya diagram alur proses produksi tekstil sama sekali berbeda dengan diagram alur proses produksi pembuatan obat-obatan (farmasi). Akan tetapi, walaupun sama-sama industri manufaktur farmasi (obat-obatan), diagram alur proses produksinya dapat berbeda, misalnya yang satu berbentuk tablet, sedangkan yang lain berbentuk cair.

 

Tujuan Pembuatan Alur Kerja

• Meminimalkan biaya / memaksimalkan laba

• Memaksimalkan proses pembuatan

• Meminimalkan perubahan dalam nilai produksi

• Meminimalkan perubahan dalam tingkat tenaga kerja

• Memaksimalkan pemanfaatan pabrik dan perlengkapan


contoh:





Selasa, 05 Januari 2021

Konsep Torsi dan Momen Inersia

 Konsep Torsi dan Momen Inersia

Momen gaya atau torsi dapat didefinisikan dengan beberapa pengertian:

1.   Torsi adalah gaya pada sumbu putar yang dapat menyebabkan benda bergerak melingkar atau berputar.

2.  Torsi disebut juga momen gaya.

3.  Momen gaya/torsi benilai positif untuk gaya yang menyebabkan benda bergerak melingkar atau berputar searah dengan putaran jam (clockwise), dan jika benda berotasi dengan arah berlawanan putaran jam (counterclockwise), maka torsi penyebabnya bernilai negatif.

4.  Setiap gaya yang arahnya tidak berpusat pada sumbu putar benda atau titik massa benda dapat dikatakan memberikan Torsi pada benda tersebut.


  


                                    


Momen Inersia

Konsep momen inersia pertama kali diberikan oleh Leonhard Euler. Momen inersia didefinisikan sebagai kelembaman suatu benda untuk berputar pada porosnya, atau dapat dikatakan ukuran kesukaran untuk membuat benda berputar atau bergerak melingkar. Besar momen inersia bergantung pada bentuk benda dan posisi sumbu putar benda tersebut.


                  


 Momen Inersia terhadap benda-benda . Secara fisika, benda-benda dianggap terdiri dari partikel-partikel super kecil yang membentuknya. Setiap partikel di benda ini punya momen inersianya masing-masing. Penghitungannya adalah dengan mengalikan massa partikel dengan kuadrat jari-jari partikel terhadap poros benda.


    Semakin jauh jarak massa benda terhadap poros, makin besar momen inersianya. Dan benda yang duluan sampai ke bawah berarti punya kecepatan (v) paling besar.
Itu artinya, kita perlu mengecek kondisi energi dari setiap benda. Secara matematis kita tahu bahwa seluruh energi kinetik dari benda yang bergerak lurus merupakan energi kinetik translasi.




perhatikan mainan di atas deh. Benda-benda yang akan diluncurkan itu punya bentuk yang berbeda-beda. Mulai dari kotak, bola pejal (padat), bola berongga, silinder pejal, maupun cincin. Menurut kamu, jika semuanya dilepaskan secara bersamaan dari atas, benda mana yang pertama kali sampai bawah?.......Temukan jawabannya dengan klik tautan berikut...   https://blog.ruangguru.com/momen-inersia

Setelah menemukan jawabannya isikan jawaban pada link berikut      https://forms.gle/rdzQ9zeKCgHSfUqz6













Energi Tidak Terbarukan dan Energi Terbarukan

  Assalamu'alaikum wr wb ananda Soleh/h , bagaimana kondisi kalian?? Semoga semua dalam keadaan sehat walafiat dalam lindungan Allah SWT...